Tuesday, June 24, 2014
Cara Memindahkan Seluruh Postingan Blog Ke Blog Lain
Misalkan sobat memiliki Blog dengan umur yang sudah cukup lama, dan sudah memiliki kualitas dan pengunjung yang baik. Lalu sobat berniat untuk membuat Blog baru dengan konten yang sama dengan Blog yang lama, atau sobat ingin mengamankan konten Blog lama sebagai antisipasi
jika terjadi kemungkinan yang tidak diharapkan, mungkin sobat perlu memindahkan seluruh postingan Blog ke Blog lainya.
Untuk cara memindahkan konten/postingan ini tidaklah perlu secara manual sobat copas satu persatu postingan ke Blog lain. Dengan menggunakan tools ekspor impor pada Blogger, kita bisa memindahkan seluruh postingan secara cepat. Namun dengan cara ini seluruhnya akan terpindahkan, tidak bisa beberapa atau sebagian. Jadi jika ada beberapa posting yang tidak ingin dipindahkan ke Blog lama, setelah dipindahkan tinggal hapus saja secara manual. Sebenarnya bukan dipindahkan, tapi disalin. Jadi konten yang dipindahkan akan tetap ada pada Blog yang lama.
OK, untuk Cara Memindahkan Seluruh Postingan Blog Ke Blog Lain ini adalah sebagai berikut.
1. Login ke akun Blogger.
2. Pada Blog lama (yang postingnya ingin dipindahkan), buka Setelan >> Lainya.
3. Lalu pada Alat Blog, pilih/klik Ekspor Blog.
4. Lalu akan muncul jendela yang memberikan info tentang Ekspor Blog. Silakan baca dahulu jika perlu. Selanjutnya langsung klik saja Unduh Blog. Maka komputer akan mengunduh kode xml dari Blog lama.
5. Jika pengunduhan telah selesai, selanjutnya pada Blog baru (yang akan dimasukan posting dari Blog lama), masuk ke bagian Setelan >> Lainya.
6. Pada Alat Blog pilih/klik Impor Blog.
7. Lalu akan muncul jendela tentang Impor Blog. Klik Telusuri dan pilih file xml yang telah diunduh dari Ekspor Blog. Isi kode keamanan yang diberikan, berikan centang jika ingin mempublikasikan posting secara otomatis, dan klik Impor Blog.
Selesai, seluruh posting Blog telah berhasil dipindahkan ke Blog lain.
Coba lihat pada Blog yang baru diberi posting dari Blog lama. Masuk pada Daftar Post, terlihat keterangan "diimpor", masih terdapat label seperti pada Blog lama, bagian komentar masih utuh (tidak hilang).
Source : http://regibrader-free.blogspot.com
Cara Instalasi Windows Server 2003
Cara Instalasi Windows Server 2003 - Sebelum melakukan instalasi pastikan Komputer yang akan anda instal sudah memenuhi persyaratan minimal sbb :
Windows Server 2003 Standard Edition
Processors minimum speed 550 megahertz (MHz). Atau minimum support 133 MHz. Maximum mendukung 4 processors per computer.
256 megabytes (MB) RAM (recommended minimum) atau minimum 128 MB, dan maksimum 4 gigabytes (GB).
Windows Server 2003 Web Edition
Satu atau Dua processors dengan recommended minimum kecepatan 550 megahertz (MHz). Minimum speed 133 MHz. Maximum mendukung dua processors per computer.
256 megabytes (MB) RAM (recommended minimum) atau minimum 128 MB, dan maksimum 2 gigabytes (GB).
Minimal Ruang hard disk 1.25 GB sampai 2 GB.
Harus menggunakan Partisi NTFS untuk Windows Server 2003, Web Edition.
Windows Server 2003 Enterprise Edition
Processors minimum speed 550 megahertz (MHz). Atau minimum support 133 MHz. Maximum mendukung 8 processors per computer.
256 megabytes (MB) RAM (recommended minimum) atau minimum 128 MB, dan maksimum 32 gigabytes (GB).
Windows Server 2003 Datacenter Edition
Diharuskan memiliki 8 atau lebih processors dengan minimum speed 400 megahertz (MHz). Untuk memulai instalasi baru, membutuhkan minimum processor 550 MHz. Maximum mendukung 32 processors per computer.
512 megabytes (MB) RAM minimum, 128 gigabytes (GB) maximum.
2 GB ruang hard-disk kosong (minimum) untuk Setup.
Dari kebutuhan hardware diatas anda bisa memilih ingin mengintal Windows Server 2003 yang sesuai dengan komputer anda.
Langkah-langkah untuk instalasi system operasi pada PC server akan dijelaskan sebagai berikut :
1. Masukan master CD Windows Server 2003 ke dalam CD-ROM anda, kemudian restart komputer anda. (Pastikan setting boot ordernya sudah pada CD-ROM)
2. Komputer akan melakukan proses Booting melalui CD-ROM anda yang telah berisi CD master Windows Server 2003.
3. Tekan tombol Enter. Maka akan tampil seperti tampak pada gambar di bawah ini.
4. Sesaat kemudian Windows Server 2003 akan menampilkan tampilan selamat datang seperti terlihat pada gambar di bawah ini.
Gambar Tampilan Selamat Datang
5. Tekan tombol Enter untuk Setup Windows Server 2003. Maka akan keluar tampilan Windows Licencing Agreement.
Gambar Windows licensing aggreement
6. Klik tombol F8 jika ingin melanjutkan instalasi Windows Server 2003. Selanjutnya tekan tombol Enter untuk mulai meng-instal Windows Server 2003.
Dalam pembagian partisi, kita dapat mengikuti petunjuk yang telah disediakan oleh Windows. Untuk Membuat partisi, kita menekan tombol C, kemudian tentukan besarnya ruang hard disk yang diinginkan. Ketik angka, misalnya 1000, berarti kita membuat partisi tersebut sebesar 1000 Mb atau 1 Gb.
Ulangi langkah-langkah diatas untuk membuat partisi yang lainnya.
7. Windows Server 2003 akan meminta untuk melakukan format terhadap Hard Disk / Partisi yang akan digunakan pada proses Instalasi Windows Server 2003. Jika anda memilih Partisi C sebagai tempat instalasi windows, arahkan posisi ke partisi C, lalu tekan enter untuk melanjutkannya.
Setelah itu pilih file system yang ingin digunakan. Secara Umum terdiri dari dua jenis, yaitu : NTFS dan FAT.
Gambar Pemilihan file system
8. Windows Server 2003 akan mem-format Hrd Disk / Partisi Hard Disk yang akan digunakan untuk Instalasi.
Gambar Proses format partisi
9. Setelah proses format Hard Disk / Partisi Hard Disk selesai dilakukan, maka Windows Server 2003 akan mengkopi seluruh file-file instalasi yang dibutuhkan selama proses Instalasi Windows Server 2003.
Gambar Proses copy file
10. Setelah proses pengkopian seluruh file-file instalasi yang dibutuhkan selama proses Instalasi Windows Server 2003 selesai, maka windows mulai untuk proses instalasinya seperti terlihat pada gambar di bawah ini.
Gambar Proses instalasi windows
11. Windows Server 2003 akan menampilkan jendela pengaturan Regional and Language Options seperti terlihat pada gambar di bawah.
Gambar Regional and language options
12. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Personalized Your Software. Masukkan sesuai dengan Nama dan Organisasi yang sesuai dengan lisensi anda.
Gambar Personalize your software
13. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Your Product Key. Masukkan 25 digit key produk yang anda punya.
Gambar Pengisian product key
14. Setelah itu masukan Licencing Modes klik tombol Next. Pada tahapan ini kita dapat memilih 2 opsi, yaitu Per server dan Per Device (seat). Nah anda pilih yang mana ?
Jika kita berbicara tentang Lisensi Resmi tentu saja hal ini sangat berpengaruh. Jika pilihannya adalah per server, kita memiliki jumlah 1 lisensi untuk berapa pengguna. Jika anda mengisi angka 100 CAL, berarti 1 lisensi yang kita miliki hanya boleh dan bisa diakses oleh 100 user dalam waktu yang bersamaan. CAL atau Client Access License adalah lisensi untuk mendapatkan keabsahan mengakses ke server oleh setiap user atau device yang terhubung ke server.
Sebaliknya, jika anda memilih per Device, berarti setiap server yang kita punya memiliki lisensi tersendiri.
Gambar Licensing modes
15. Masukan Nama Komputer dan Password Administrator dari Windows Server 2003. Kemudian klik tombol Next. Nama Komputer tidak boleh diisi sembarangan, karena akan terkait dengan proses konfigurasi yang lainnya.
Gambar Pengisian computer name dan password administrator
16. Masukan Tanggal dan Waktu komputer yang akan di-install Windows Server 2003, kemudian klik tombol Next.
Gambar Pengaturan date and time
17. Windows Server 2003 akan menampilkan jendela Networking Setting. Jika tidak akan melakukan seting-an standar yang diberikan oleh Windows Server 2003 (Default) saat ini, klik tombol Next.
Gambar Pengaturan jaringan
18. Tunggu beberapa saat, windows akan melakukan proses konfigurasi.
19. Windows Server 2003 telah selesai di Install, langkah berikutnya login ke dalam komputer tersebut dengan menekan tombol keyboard CTRL + Alt + Delete.
20. Masukan User name dan password administartor, kemudian klik tombol OK.
semoga bermanfaat..
Source : http://andifag.blogspot.com
Thursday, June 19, 2014
Cara Memindahkan Aplikasi Android ke SD Card Tanpa Root
Cara memindahkan aplikasi android ke SD Card tanpa ROOT, Cara menginstal aplikasi Android ke SD Card
Pilihan Ke-2 untuk memindahkan aplikasi Android ke SD Card tanpa RootGunakan App 2 SD (move app to SD) untuk memindahkan aplikasi ke SD Card
Jika anda baru saja menjadi pengguna android, maka anda perlu tahu bahwa aplikasi Android secara default akan terinstal ke memori internal ponsel, tetapi bila memori telepon internal penuh, setidaknya anda akan menemukan dua masalah seperti tidak dapat menginstal aplikasi lagi dan perangkat anda mulai bekerja lambat (lemot), sehingga Anda perlu untuk membersihkan beberapa ruang penyimpanan di perangkat Android Anda setelah menginstal banyak aplikasi, seperti game, aplikasi musik, dan aplikasi video, office dll yang cukup menyita banyak ruang peyimpanan internal.
Jadi apa yang harus anda lakukan ketika ponsel kehabisan penyimpanan internal? Tentu saja memindahkan aplikasi ke SD Card memori eksternal atau anda bisa meninginstal aplikasi Android ke SD Card secara default adalah pilihan terbaik jika anda tidak ingin meng-uninstall aplikasi favorit anda.
Berikut 2 langkah yang bisa anda lakukan untuk memindahkan hampir semua aplikasi Android ke SD Card atau memori eksternal
Jadi apa yang harus anda lakukan ketika ponsel kehabisan penyimpanan internal? Tentu saja memindahkan aplikasi ke SD Card memori eksternal atau anda bisa meninginstal aplikasi Android ke SD Card secara default adalah pilihan terbaik jika anda tidak ingin meng-uninstall aplikasi favorit anda.
Berikut 2 langkah yang bisa anda lakukan untuk memindahkan hampir semua aplikasi Android ke SD Card atau memori eksternal
Cara Instal aplikasi Android ke SD Card secara default
cara mengubah lokasi default peng instalan aplikasi Android ke SD Card
Anda membutuhkan Android 2.2 ke atas untuk bisa melakukan tweak ini. Untuk mengubah lokasi instalasi default, Anda harus menggunakan ADB, atau Android Debug Bridge, disertakan dalam paket Google Android SDK.
1. Aktifkan USB Debugging
cara mengubah lokasi default peng instalan aplikasi Android ke SD Card
Anda membutuhkan Android 2.2 ke atas untuk bisa melakukan tweak ini. Untuk mengubah lokasi instalasi default, Anda harus menggunakan ADB, atau Android Debug Bridge, disertakan dalam paket Google Android SDK.
1. Aktifkan USB Debugging
Pertama, Anda harus mengaktifkan USB debugging pada perangkat Android Anda. Buka menu Setting, Applications, dan pilih Development.
Centang kotak USB Debugging untuk mengaktifkannya. Hal ini akan memungkinkan mode debuging, memungkinkan anda untuk mengubah pengaturan pada perangkat Android dari komputer anda. anda mungkin harus menonaktifkan mode debuging setelah menyelesaikan proses ini.
2. Menginstal SDK Android (butuh koneksi internet untuk melakukan langkah ini)
Anda harus men-download dan menginstal Google’s Android SDK pada komputer Anda. Jika Anda belum menginstal Oracle's Java JDK pada komputer anda, anda harus men-download dan menginstalnya sebelum menginstal SDK Android.
Setelah menginstal keduanya Java JDK dan Android SDK, buka SDK Manager dari menuStart.
ADB tidak diinstal secara default. Tool ini termasuk dalam Android SDK platform-toolsdalam tap packages, untuk menginstalnya – pada tap packages centang Android SDKplatform-tools lalu klik tombol Install untuk men-download dan menginstalnya.
Setelah proses selesai, hubungkan perangkat Android Anda ke komputer dengan kabel USB. Windows akan menemukan perangkat dan menginstal driver yang sesuai secara otomatis. Jika tidak, Anda mungkin harus men-download dan menginstal sendiri driver yang sesuai dengan perangkat Android Anda. Jangan me-mount perangkat setelah menghubungkannya.
3. menggunakan ADB
3. menggunakan ADB
Buka jendela Windows Explorer dan arahkan ke folder android-sdk\platform-tools. Pada Windows, Anda akan menemukan folder ini di C:\Program Files (x86)\Android\android-sdk\platform-tools secara default. Untuk pengguna Windows 32-bit Periksa folderC:\Program Files\Android\android-sdk\platform-tools.
Buka jendela Command Prompt dalam folder ini dengan menekan dan menahan tombolShift, klik kanan pada folder platform-tools, lalu pilih Open command window here.
Jalankan perintah adb devices lalu anda akan melihat perangkat Android terhubung.
Jalankan perintah berikut untuk mengatur lokasi default instalasi ke SD Card anda:
adb shell pm setInstallLocation 2Perhatikan gambar dibawah
NOTE: Jika Anda ingin mengembalikan perubahan ini ke setingan semula dan menginstal aplikasi ke penyimpanan internal secara default, jalankan perintah ini:
adb shell pm setInstallLocation 0
Secara default angaka ‘0’ merupakan seting untuk menyimpanan aplikasi ke memori internal perangkat anda. Dan ‘2’ merupakan penyimpanan eksternal, entah itu SD Card atau USB storage.
Pilihan Ke-2 untuk memindahkan aplikasi Android ke SD Card tanpa RootGunakan App 2 SD (move app to SD) untuk memindahkan aplikasi ke SD Card
Dengan aplikasi ini, anda bisa mengeksport aplikasi ke memori eksternal SD Card, dan aplikasi ini akan memberitahu Anda ketika sebuah aplikasi bisa dipindahkan ke SD Card. Dan dengan aplikasi APP 2 SD ini, anda akan memiliki kontrol lebih besar dari biasanya atas koleksi apliaksi Anda. Aplikasi ini sangat penting untuk siapa saja yang memiliki masalah dengan manajemen memori atau perangkat dengan memori internal yang kecil.Cara meindahkan aplikasi ke SD Card dengan APP 2 SDUntuk memindahkan aplikasi ke SD Card, buka menu Settings screen, tap Applications,dan pilih Manage Applications. Pilih aplikasi yang ingin Anda pindahkan lalu tekan tombol Move pada layar Details. Seperti gambar dibawah ini.
Itu tadi adalah 2 langkah untuk memindahkan aplikasi android ke SD Card tanpa harus melakukan ROOT. Memang tidak semua aplikasi bisa dipindahkan dengan mudah ke SD Card namun dengan cara diatas mungkin bisa sedikit membantu anda untuk menghindari memori internal penuh yang bisa menyebabkan perangkat Android anda berjalan dengan lambat atau lemot.
Selamat mencoba J
source : samsung-center & www.mbgost.com
Subscribe to:
Comments (Atom)
















